October 3, 2019

The Dark Side Within: Embrace Or Fight It? 

Should we battle our "dark side&qu... read more

September 30, 2019

Positivity: The Path To Peace And Happiness

Ketika bicara tentang perdamaian dunia, yang ja... read more

October 10, 2019

Tabungan Energi untuk Masa Depan

Kulkas, setrika, dan televisi adalah beberapa alat elektronik yang dapat ditemukan di rumah setiap orang. Sedangkan komputer, printer, dan proyektor adalah beberapa alat elektronik yang dapat ditemukan di sekolah maupun perkantoran. Semua alat elektronik tersebut memiliki peran sangat besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Coba bayangkan jika tiba-tiba listrik di rumah, sekolah, atau kantor kalian mati. Pasti aktivitas sehari-hari terhambat dan mood kalian langsung hancur. Ternyata, selain berguna dalam kehidupan masing-masing individu, konsumsi energi, terutama listrik, menjadi alat ukur kemajuan ekonomi suatu negara. Berdasarkan data yang dimiliki PLN, hingga tahun 2018, Indonesia masih cukup tertinggal dari negara lain dengan pemakaian listrik sebesar 1.064 kWh per kapita, dan urutan ke 33 dalam peringkat kemudahan mendapatkan listrik. Sementara banyak negara di Asia Tenggara sudah memaksimalkan penggunaan listrik di negaranya, dengan Singapura pada puncaknya, yaitu sebesar 9.040 kWh per kapita. Meski demikian, telah terjadi peningkatan yang sangat signifikan dari tahun 2016, yaitu dari 956 kWh per kapita dan pada peringkat ke 101.  Peningkatan ini juga menunjukan peningkatan daya saing industri Indonesia.

Namun, bersamaan dengan semua keuntungan tersebut, terdapat juga banyak kekurangan yang dapat merugikan bukan hanya kita secara individu ataupun Indonesia secara nasional, tapi juga secara universal. Penggunaan listrik dalam skala besar tentu membutuhkan sumber daya yang besar pula. Sampai saat ini, masih banyak pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil dan gas alam, yang menghasilkan limbah beracun dalam jumlah yang besar dan berpotensi mengakibatkan polusi air, udara, bahkan tanah. Polusi tersebut kemudian dapat menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global, kenaikan permukaan air laut, ketidakstabilan musim dan cuaca, berbagai bencana alam, serta kerusakan habitat dan ekosistem yang meningkatkan angka kepunahan makhluk hidup. 

Bahan bakar fosil termasuk salah satu sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, kelangkaannya sangatlah mungkin terjadi dalam waktu dekat. Lantas, apa saja hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk mengurangi penggunaan listrik? Menurut SaveOnEnergy.com, 5 hal ini cukup efektif untuk mengurangi konsumsi listrik setiap harinya.

  1. Turn Off the Lamp, Fan, and AC when you leave a room

“Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit”. Ungkapan tersebut sangat sesuai dengan gerakan kecil seperti mematikan alat elektronik yang tidak lagi dibutuhkan. Dengan melakukannya secara kontinu, kita dapat menghemat listrik dalam jumlah besar.

 

  1. Take Shorter Showers

Kepala pancuran, atau yang biasa disebut shower di kamar mandi memancurkan rata-rata 2,5 galon air per menit. Dengan mengurangi waktu mandi menjadi 4-5 menit dapat mengurangi 7.300 galon air per tahunnya.

  1. Wash Full Loads of Clothes or Dishes in Cold Water

Mencuci pakaian atau peralatan makanan setelah digunakan secara sekaligus dapat mengurangi volume air yang digunakan. Terutama dengan mencuci pakaian dalam air dingin, kita dapat mengurangi pemakaian energi hingga 90% dari biasanya, karena energi tersebut biasanya digunakan untuk menghangatkan air dalam mesin cuci.

 

  1. Wrap or Cover Foods and Drinks in the Refrigerator

Tahukah kamu, bahwa kompresor kulkas akan bekerja lebih keras untuk mendinginkan makanan apabila makanan tersebut mengeluarkan cairan atau uap? Oleh karena itu, menutup atau membungkus makanan sebelum dimasukkan ke kulkas berperan besar dalam menghemat listrik di rumah.

 

  1. Always Use the Cold Water Faucet, Unless You Really Want Hot Water

Faktanya, air panas dari keran menyerap lebih banyak kotoran dan zat-zat berbahaya dari pipa salurannya. Oleh karena itu, selain menghemat energi yang digunakan untuk menghangatkan air, kita juga dapat mengurangi kemungkinan penggunakan air keran yang terkontaminasi bahan-bahan berbahaya dengan menggunakan air dingin untuk keperluan sehari-hari.

 

Referensi:

Constellation’s Home Energy Savings. (2016). 31 Ways to Save Energy in Your Home. Retrieved from: https://blog.constellation.com/2016/01/01/31-ways-to-save-energy-in-your-home/

Rafael,E. (2019). PLN: Konsumsi Listrik Makin Besar, Negara Semakin Maju. Retrieved from: https://industri.kontan.co.id/news/pln-konsumsi-listrik-makin-besar-negara-semakin-maju

Save On Energy Learning Center. (2019). How Does Saving Energy Help The Environment. Retrieved from: https://www.saveonenergy.com/learning-center/energy-saving-tips/how-does-saving-energy-help-the-environment/

Save On Energy’s SOE Team. (2019). 5 Free and Easy Ways to Save Energy. Retrieved from: https://www.saveonenergy.com/learning-center/post/5-free-and-easy-ways-to-save-energy/

SHARE THIS ARTICLE