January 24, 2019

Mental Wellness Month: Awali Dengan Positif!

Bagaimana awal tahunmu? Semoga menyenangkan, ya... read more

January 16, 2019

Ayah Hebat, Ayah Terlibat: Pentingnya Peran Ayah Bagi

Oleh: Althea (Development Intern)

... read more

February 8, 2019

Sayang atau "Sayang"?

Sayang atau “Sayang”?

Oleh: Patricia Larasgita (Development Intern)

Apakah kamu memiliki seorang pacar? Apakah hubunganmu dengan pacar mengisolasi dirimu dari teman dan keluargamu? Apakah pacarmu mengontrol segala aktivitas dan pilihanmu? Apakah pacarmu memaksamu melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan?

Jika semua jawaban dari pertanyaan diatas adalah “ya”, ini dapat menjadi pertanda bahwa hubunganmu tidak sehat dan kamu mengalami kekerasan dalam berpacaran.

Masa remaja memang identik dengan masa-masa dimana kita mulai tertarik dengan lawan jenis, lalu mulai menjalin hubungan yang seringkali kita sebut dengan pacaran. Dalam berpacaran, kita dapat belajar membangun hubungan dengan orang lain, memahami orang lain, dan belajar mengekspresikan rasa sayang dan cinta terhadap pasangan. Namun sayangnya, tidak jarang rasa cinta tersebut ditunjukkan dengan cara yang salah bahkan menjurus pada tindakan kekerasan.

Kekerasan dalam berpacaran dapat meliputi kekerasan psikis, fisik, dan seksual yang terjadi dalam hubungan berpacaran. Kekerasan psikis dapat berupa penghinaan, komentar yang merendahkan atau melukai harga diri, umpatan dengan kata kasar, hingga mengancam. Kekerasan fisik dapat berupa memukul hingga melukai dengan senjata. Sementara itu, bentuk kekerasan seksual dapat berupa meraba bagian tubuh vital dan melakukan ajakan hubungan seks secara paksa.

Kasus kekerasan dalam berpacaran seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini sangat dekat dengan keseharian kita. Menurut catatan tahunan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Tahun 2018, tingkat kekerasan seksual tertinggi terjadi di dalam hubungan berpacaran. Tambah lagi, satu dari tiga remaja di Amerika berumur 14-20 tahun telah menjadi korban kekerasan dalam berpacaran, baik pada pria ataupun wanita. Setidaknya 1 dari 5 wanita dan 1 dari 7 pria adalah korban perkosaan, ataupun bentuk kekerasan lainnya.

Tindak kekerasan yang terjadi itu dapat berakibat buruk, tidak hanya luka fisik tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan mental si korban. Untuk itu, kita perlu merefleksikan kembali bagaimana kondisi hubungan berpacaran kita. Jika hubungan berpacaran kita masih sehat, kita perlu menjaganya agar tidak terjadi tindak kekerasan. Namun, apabila ternyata hubungan berpacaran kita sudah dalam keadaan yang tidak sehat, kita bisa diskusikan dengan pasangan kita atau meminta bantuan teman ataupun orang tua kita. Selain itu, kita juga tidak boleh lupa untuk menunjukkan sayang pada pasangan kita dengan cara yang baik.

Lantas, bagaimana cara menunjukkan rasa sayang yang tepat pada pasangan kita? Mari kita simak tips-tips dari Ibu Ratih Ibrahim, Psikolog, CEO & Founder Personal Growth:

  1. Berkompromi

Dalam membuat sebuah keputusan, terlebih keputusan yang menyangkut diri kita dan pasangan kita, tentunya kita perlu berdiskusi bersama.

  1. Menghargai pasangan

Pastinya terdapat perbedaan diantara kita dan pasangan kita, namun kita harus menghargai perbedaan itu, dan tidak memandang rendah pasangan kita.

  1. Suportif

Salah satu bentuk rasa sayang kita pada pasangan dapat berupa dukungan yang kita berikan untuk setiap keputusan dan aktivitas yang positif bagi pasangan kita.

  1. Tidak menyakiti

Tentunya jika kita menyayangi pasangan kita, kita tidak boleh menyakiti pasangan kita baik secara fisik ataupun perasaannya.

  1. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan pasangan

Dalam hubungan berpacaran, kita harus saling mendorong perkembangan satu sama lain untuk menjadi lebih baik.

  1. Menghargai privasi pasangan

Meski kita perlu bersikap terbuka dengan pasangan kita, namun kita tetap harus menghargai privasi dari pasangan kita. Ketika kita menghargai privasi pasangan kita, itu juga berarti kita percaya pada pasangan kita.

Nah, sekarang kita sudah tahu cara menunjukkan rasa sayang yang tepat bagi pasangan kita. Yuk, kita tunjukkan rasa sayang bukan “sayang”!

 

 

Referensi:

Hamby, Sherry. (2014). It’s Teen Dating Violence Awareness Month. Diambil dari https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-web-violence/201402/its-teen-dating-violence-awareness-month

Letourneau, Elizabeth. (2018). Can We Prevent Adolescent Sexual Violence? Diambil dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/prevention-now/201810/can-we-prevent-adolescent-sexual-violence

Lohmann, Raychelle Cassada. (2013). When Teen Dating Goes Bad. Diambil dari https://www.psychologytoday.com/intl/blog/teen-angst/201310/when-teen-dating-goes-bad

Lohmann, Raychelle Cassada. (2017). Abusive Teen Dating Relationships. Diambil dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/teen-angst/201708/abusive-teen-dating-relationships

Wormer, Katherine S. van. (2016). Dating Violence, Warning Signs. Diambil dari https://www.psychologytoday.com/intl/blog/crimes-violence/201608/dating-violence-warning-signs

Komnas Perempuan. (2018). Catatan Tahunan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan. Diambil dari https://www.komnasperempuan.go.id/publikasi-catatan-tahunan

 

SHARE THIS ARTICLE