January 7, 2019

Memasuki Tahun Baru, Merajut Resolusi Baru

Oleh :

Laurentius Sandi Witarso, M.Psi., ... read more

December 27, 2018

Fun Activities To Do For Your Joyful Holiday

Oleh: Monica Sulistiawati, M.Psi., Psikolog

... read more

January 16, 2019

Ayah Hebat, Ayah Terlibat: Pentingnya Peran Ayah bagi

Oleh: Althea (Development Intern)

“Kasih Ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia.”

Siapa yang tak mengenal lagu di atas? Ya, hampir setiap orang pasti mengetahuinya karena lagu tersebut sangat populer saat masa kanak-kanak. Melalui lagu tersebut, kita diajak untuk menyadari betapa besar kasih sayang ibu kepada anaknya, mulai dari mengandung, melahirkan, dan membesarkannya. Meskipun begitu, kasih sayang serta peran seorang ayah juga nyatanya tidak kalah penting bagi hidup dan tumbuh kembang anak loh!

Peran ayah dapat terlihat dari keterlibatannya saat mengasuh anak. Menurut Lamb dkk (dalam Allgood dkk, 2012) keterlibatan tersebut diwujudkan dalam tiga aspek. Aspek pertama adalah keikutsertaan, yang meliputi interaksi langsung antara ayah dan anak seperti bermain. Aspek kedua adalah aksesibilitas, yang meliputi ketersediaan ayah dalam pengasuhan. Seperti contohnya, seorang ayah bisa jauh dari anak dan tetap bisa berinteraksi menggunakan alat komunikasi. Aspek ketiga adalah tanggung jawab, yang meliputi pemenuhan kebutuhan anak baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti membuat janji dengan dokter anak untuk check-up atau saat anaknya sakit.

Keterlibatan ayah tersebut dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental pada anak. Hal ini bahkan bisa dilakukan sebelum anak lahir atau masih di dalam kandungan sang ibu. Ketika suami bisa memberikan dukungan emosional pada istri di masa kehamilannya, istri cenderung lebih bisa menerapkan kebiasaan sehat serta terhindar dari masalah kehamilan, persalinan, dan pengasuhan (dalam Allen & Daly, 2007). Selain itu, istri juga memiliki kondisi kesehatan mental dan kesejahteraan hidup yang lebih baik. Karenanya, anak pun bisa lahir dan tumbuh dengan kondisi fisik dan mental yang sehat.

Penelitian juga menunjukkan bahwa ayah yang secara aktif terlibat dalam pengasuhan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak. Dari segi kognitif, balita memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang lebih baik dan IQ yang lebih tinggi. Memasuki masa sekolah, anak cenderung lebih bisa mendapatkan nilai yang tinggi. Saat beranjak dewasa, anak juga akan memiliki pencapaian akademik dan kesuksesan dalam berkarir (dalam Allen & Daly, 2007).

Dari segi emosional, anak cenderung lebih toleran dalam menghadapi situasi stress. Anak lebih bisa mengelola emosi dan impuls atau keinginan yang timbul secara tiba-tiba untuk melakukan sesuatu (seringkali dilakukan tanpa pertimbangan) dengan cara yang tepat. Selain itu, keterlibatan ayah juga berkaitan dengan kepuasan hidup dan kebahagiaan yang dirasakan oleh anak (dalam Allen & Daly, 2007).

Dari segi sosial, anak cenderung memiliki lingkup pertemanan yang sehat dan suportif. Anak yang ayahnya terlibat aktif mudah bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Dalam berinteraksi, anak juga menunjukkan perilaku yang bermoral dan bermanfaat bagi orang lain (prososial). Saat memasuki usia pernikahan, anak pun cenderung memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi serta memiliki kemungkinan yang kecil untuk bercerai (dalam Allen & Daly, 2007).

Kesibukan untuk mencari nafkah seringkali mengurangi waktu ayah untuk berinteraksi dengan anaknya. Namun, jangan biarkan hal ini menghalangi kamu untuk terlibat dalam pengasuhan ya! Jika kamu merasa tidak memiliki waktu untuk anak karena terlalu sering pulang larut malam, kamu bisa menyempatkan dirimu untuk bangun lebih pagi dan menikmati waktu sarapan bersama anakmu. Di hari libur, kamu juga bisa meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama anak.

Faktor lain yang menghambat keterlibatan ayah adalah dirinya kerap kali diragukan dan tidak dipercaya oleh istri untuk mengurus anak. Disini, kedua belah pihak perlu mendiskusikan keterlibatan seperti apa yang bisa dilakukan berdasarkan kemampuan yang dimiliki masing-masing. Setelahnya, istri bisa mulai memberikan kepercayaan pada suami dan membiarkan suami melakukan tugasnya. Jangan lupa bahwa usaha suami dalam mengurus anak  juga perlu diapresiasi loh! Karenanya, biasakan diri untuk mengucapkan “terima kasih” pada suamimu agar dirinya bisa merasa lebih dihargai dan semakin aktif untuk terlibat yaa!

Nah, bagi kamu yang sedang menjalani tugasmu sebagai seorang ayah, kamu bisa meningkatkan keterlibatanmu untuk mengasuh anak dan lebih banyak menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anakmu. Bagi kamu yang belum atau yang akan menjadi ayah, yuk mulai persiapkan dirimu dari sekarang untuk masa depan keluargamu yang lebih baik!

 

Daftar Pustaka

Allen, S & Daly, K. (2007). The effects of father involvement: An updated research summary of the evidence. Father Involvement Research Alliance. Diambil dari https://cantasd.acf.hhs.gov/wp-content/uploads/Effects_of_Father_Involvement.pdf

Allgood, S. M., Beckert, T. E., & Peterson, C. (2012). The role of father involvement in the perceived psychological well-being of young adult daughters: A retrospective study. North American Journal of Psychology, 14(1), 95-110.

SHARE THIS ARTICLE