September 19, 2018

Pernikahan Di Bawah Umur

Wah si X udah nikah lho! Nikah? Bukannya dia ma... read more

September 18, 2018

Mengejar Imu Sampai Amerika

Jakarta - personalgrowth.co.id | ... read more

September 21, 2018

Terima Kasih: Kata yang Sering Dilupakan

Oleh: Felicia Ilona Nainggolan, M.Psi., Psikolog

 

A: “Wah kamu dibawain sarapan nasi goreng buatan mama kamu ya, enak banget. Kamu bilang makasih gak ke mama kamu?”

B: “Hah..enggaklah, ngapain.. kan emang udah biasa dibuatin setiap hari. Lagian mama pasti udah tau kalo aku suka banget masakan mama, jadi gak usah diucapin lagi”

 

Pernahkah kalian dalam situasi seperti ini? Malas berterima kasih karena menilai hal itu tidak penting, takut dinilai aneh, merasa malu atau canggung karena tidak terbiasa. Hal ini memang wajar terjadi, terutama saat ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang terdekat. Namun, tahukah kalian bahwa ternyata secara psikologis ‘ungkapan terima kasih’ itu memiliki peran yang besar bagi orang yang menerima, maupun yang memberi ucapan loh! Berikut penjelasannya secara lengkap.

 

Rasa terima kasih atau syukur (gratitude) adalah sebuah perasaan positif yang muncul ketika seseorang melakukan kebaikan kepada kita (Algoe et al., 2016). Rasa syukur juga dapat diartikan sebagai penghargaan terhadap hal yang dinilai berharga atau bermakna (sansone & sansone, 2010). Jadi, ketika kita menilai perbuatan baik yang dilakukan orang lain adalah suatu hal yang berharga dan bermakna, maka kita akan merasa bersyukur atau berterima kasih.

 

Sayangnya, rasa terima kasih atau syukur jarang kita ucapkan secara langsung. Padahal, ucapan terima kasih  dapat membuat ‘si penerima’ merasa senang karena dibutuhkan dan berharga bagi lingkungan sosial. Dan dalam jangka panjang, ‘si penerima’ dapat menilai dirinya secara lebih positif.

 

Di sisi lain, orang yang sering berterima kasih atau bersyukur memiliki peluang yang besar untuk  merasakan beragam emosi positif, menikmati pengalaman yang menyenangkan dan menjalin hubungan yang kuat. Hal ini juga meningkatkan kesejahteraan psikologisnya (well-being). Jadi, bisa kita lihat bahwa ‘ungkapan terima kasih’ dapat memberi dampak positif bagi pemberi maupun penerima.

 

Rasa terima kasih atau syukur itu sendiri dapat diungkapkan dalam berbagai bentuk. Berikut cara-cara yang bisa teman-teman lakukan untuk berterimakasih kepada orang-orang terdekat:

1. Berikan kejutan atau hadiah sederhana, seperti membeli kue atau membersihkan rumah.

2. Buat thank-you notes, lewat surat atau chat.

3. Beri pelukan yang hangat.

4. Ucapkan kata terima kasih secara langsung :)

 

Selamat Mencoba!

 

Sumber:

Algoe, S.B., Kurtz, L.E., Hilaire, N.M. (2016). Putting the “You” in “Thank You”: Examining Other-Praising Behavior as the Active Relational Ingredient in Expressed Gratitude. Social Psychological and Personality Science 7(7), 658-666. doi:10.1177/1948550616651681

Dean, Jeremy. 2010. Why ‘Thank You’ Is More Than Just Good Manners. https://psychcentral.com/blog/why-thank-you-is-more-than-just-good-manners/

Sansone, R.A., Sansone, L.A. (2010). Gratitude and Well Being. Psychiatry 7(11), 18-22.

Simmon, Harvey B. (2017) Giving thanks can make you happier. https://www.health.harvard.edu/healthbeat/giving-thanks-can-make-you-happier

 

SHARE THIS ARTICLE