August 24, 2018

Ade Safrina: Impian Tak Sebatas Soal Ekonomi

Jakarta – personalgrowth.co.id | Seorang ... read more

August 23, 2018

Mengapa Perlu Upacara?

Oleh: Avila (Development Center Intern)

S... read more

August 30, 2018

Penggunaan Internet Bagi Remaja

Oleh: Avila

Development Center Intern

 

Pada abad 21 tidak dapat dipungkiri bahwa internet telah memasuki hampir seluruh aspek dalam hidup manusia, tidak terkecuali di kalangan remaja. Dalam penggunaannya, remaja diketahui lebih banyak mengakses media sosial (socialbakers.com). Pew Internet menemukan bahwa 81% remaja di Amerika Serikat secara rutin mengakses Facebook. Di belahan dunia lain, Australia, dilaporkan bahwa 88% dari remaja usia 15 hingga 17 menggunakan situs media sosial (Australian Bureau of Statistics, 2011). Fenomena penggunaan internet yang tinggi ini juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh eMarketer pada tahun 2014, diperkirakan pengguna internet di Indonesia adalah yang tertinggi ke enam di dunia dengan 83,7 juta pengguna (Yusuf, 2014). Analis senior dari eMarketer, Monica Peart menjelaskan bahwa masing banyak ruang bagi pengguna internet di negara berkembang. Hal ini disebabkan oleh terjangkaunya ponsel dan koneksi internet. Padahal, penggunaan internet yang berlebihan, khususnya media sosial, dapat memberikan dampak buruk bagi manusia, baik fisik maupun mental. Masalah fisik yang mungkin terjadi adalah masalah yang berkaitan dengan penglihatan, tidur, fokus, dan lainnya. Sedangkan, masalah kesehatan mental yang dapat muncul adalah berupa kecanduan, kecemasan, depresi, rendahnya kepercayaan diri, merasa kesepian, dan lain sebagainya.

 

Jadi, apakah harus berhenti mengakses internet untuk jadi lebih sehat?

 

Tidak perlu sedih, karena sesungguhnya penggunaan internet yang sesuai dapat memberikan dampak yang baik. Praktisi psikologi dan konselor, Shainna Ali (2018), menjelaskan bahwa penggunaan media sosial dapat menjadi efektif untuk berhubungan dengan orang lain sehingga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental sebab manusia adalah makhluk sosial dan oleh karenanya, memiliki naluri untuk selalu berkelompok dan berinteraksi sosial (Baumeister & Leary, 1995). Secara lebih khusus bagi remaja, dampak yang diberikan adalah dapat membantu dalam meningkatkan motivasi dan kemampuan remaja untuk terhubung dengan orang lain, dan membantu dalam internalisasi nilai yang dimiliki oleh orang lain yang dianggap penting. Hal-hal tersebut penting bagi tahap perkembangan remaja  (Reeve, Deci, & Ryan, 2004).

 

Meskipun demikian, Ali (2018) menekankan bahwa dalam menggunakan internet, khususnya media sosial, kita harus lebih sadar, proaktif, dan mindful. Beberapa tips yang diberikan oleh Ali adalah menentukan batas waktu dalam setiap kita mengakses media sosial, bekerjasama dengan teman untuk mengingatkan tentang penggunaan internet satu sama lain, menjauhkan ponsel ketika hendak tidur, dan beralih pada pengaturan layar grayscale untuk mengurangi rasa senang ketika menggunakan ponsel sehingga dapat mengurangi resiko kecanduan.

 

 

 

Sumber

 

Ali, S. (2018, July 03). The Key to Maintaining Your Digital Well-Being: How to be

responsible about your digital wellness and mental health. Diakses dari

https://www.psychologytoday.com/us/blog/modern-mentality/201807/the-key-mainta

ining-your-digital-well-being.

Australian Bureau of Statistics. (2011). Nearly three-quarters of Australian households now

have broadband. Diakses dari http://www.abs.gov.au/ausstats/abs@.nsf/

lookup/8146.0Media%20Release12010-11

Baumeister R.F., & Leary M.R. (1995). The need to belong: Desire for interpersonal

attachments as a fundamental human motivation. Psychological Bulletin, 117(3,

497-529. doi:10.1037/0033-2909.117.3.497 7777651

Madden M., Lenhart A., Cortesi S., Gasser U., Duggan M., Smith A., & Beaton M.

(2013, May 21). Teens, social media, and privacy. Pew Internet & American Life

Project. Diakses pada 5 Juli 2018 dari http://www.pewinternet.org/Reports/2013/

Teens-Social-Media-And-Privacy/Main-Report/Part-1.aspx

Reeve J., Deci E.L., & Ryan R.M. (2004). Self-determination theory. A dialectical

framework for understanding sociocultural influences on student motivation. In D.M.

McInerney & S. Van Etten (Eds.), Research on sociocultural influences on motivation

and learning: Big theories revisited 4, 31 -59. Greenwich, CT: Information

Age Press.

Socialbakers.com (2014). Social media marketing, statistics & monitoring tools.

Diakses pada 5 Juli 2018 dari www.socialbakers.com

Yusuf, O. (2014, November 24). Pengguna internet indonesia nomor enam dunia. Diakses

dari https://tekno.kompas.com/read/2014/11/24/07430087/Pengguna.Internet.

Indonesia.Nomor.Enam.Dunia

 

SHARE THIS ARTICLE