May 23, 2018

Equality For Women In Job

Equality for Women in Job

<... read more

May 22, 2018

Into The Future: World After Graduation

Into the Future: World after Graduation... read more

May 24, 2018

Pilihan Karir Berbeda dengan Orang Tua?

<p>Oleh: Felicia Nainggolan, M.Psi., Psikolog</p><p>&ldquo;Mau jadi apa nanti kalo ambil jurusan itu? Belajar apa kamu nanti pas kuliah?&rdquo;</p><p>&ldquo;Ambil jurusan ini aja, lebih terjamin.&rdquo;</p><p>&ldquo;Kerjanya kayak papa atau mama aja, aman.&rdquo;</p><p>&nbsp;</p><p>Apakah kamu familiar dengan percakapan-percakapan di atas? Pasti beberapa di antara kita pernah berbeda pendapat dengan orang tua saat menentukan jurusan kuliah atau pekerjaan. Tenang saja, wajar kok hal ini terjadi.</p><p>Pada dasarnya orang tua sangat peduli dan sayang anak-anaknya, termasuk kita. Salah satu cara mengeksresikannya adalah dengan mengarahkan kita mengambil jurusan atau pekerjaan yang <em>mereka pandang baik</em> dan <em>bisa menjamin masa depan kita</em>. Namun, ada hal yang terlupakan, kita sudah beranjak dewasa dan ingin menentukan pilihan hidup sendiri. Kita juga ingin mengerjakan hal yang kita suka sehingga bisa melewati masa-masa kuliah dengan nyaman dan penuh semangat. Kondisi inilah yang membuat kita, anak-anak muda, sering mengalami konflik dengan orang tua, terutama saat menentukan karir dan masa depan.&nbsp;</p><p>Jadi, apa yang bisa kita lakukan? Berdiskusilah dengan orang tua. Kita dan orang tua sama-sama menyampaikan dan mendengarkan pendapat satu sama lain. Kita juga perlu meyakinkan orang tua bahwa pilihan yang kita ambil juga baik untuk masa depan kita. Berikut tips yang bisa kamu lakukan untuk berdiskusi dan meyakinkan orang tua:</p><p><strong>1. Ketahui alasan orang tua punya pilihan yang berbeda</strong>.</p><p>Sebagai langkah awal dalam berdiskusi, kita perlu mendengarkan alasan orang tua tidak setuju dengan pilihan kita. Kalau kita tidak tahu apa yang menjadi &lsquo;ganjalan&rsquo; orang tua, bagaimana kita bisa meyakinkan mereka?</p><p>&nbsp;</p><p><strong>2. Sampaikan ke orang tua, mengapa kita memilih jurusan tersebut?</strong></p><p>Jika kita sudah mantap dengan pilihan yang ingin diambil, sampaikan kepada orang tua apa yang membuat kita yakin dengan jurusan tersebut. Kita juga perlu menyampaikan informasi yang lengkap tentang jurusan yang kita pilih. Jelaskan hal-hal yang dipelajari dalam jurusan tersebut, universitas yang tersedia ada di mana saja hingga bagaimana prospek karirnya. Informasikan juga tentang kesuksesan orang-orang di bidang tersebut. Bayangkan kita sebagai seorang &lsquo;sales&rsquo; yang ingin menawarkan produk kepada orang tua. Kita harus mampu menjelaskan segala sesuatu tentang produk tersebut agar mereka tertarik dan mau &lsquo;membelinya&rsquo;.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>3. Tunjukkan bakat kita</strong></p><p>Yakinkan orang tua bahwa kita memilih jurusan yang tepat karena sesuai dengan kemampuan. Perlihatkan nilai pelajaran, prestasi, pencapaian atau hasil karya kita di bidang tersebut. Apabila kita memiliki keahlian tertentu, jangan ragu untuk menunjukkannya kepada mereka. Kita juga bisa mengikuti tes minat dan bakat di biro psikologi dan memakainya sebagai bukti yang kuat.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>4. Buktikan bahwa kita bertanggungjawab dengan pilihan sendiri</strong></p><p>Kita harus membuktikan bahwa kita akan bersungguh-sungguh dan bertanggung jawab dengan pilihan kita sendiri. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan giat belajar, tekun mengasah kemampuan di bidang yang ingin dipilih atau secara mandiri mengurus keperluan kuliah.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>5. Lakukan negosiasi dan buat kesepakatan bersama</strong></p><p>Saat berdiskusi, kita harus terbuka untuk melakukan negosiasi. Kita tetap harus mempertimbangkan permintaan dan kekhawatiran orang tua kita. Buatlah kesepakatan yang bisa menjadi jalan tengah antara keinginan kita dan orang tua. Misal, jurusan kuliah dipilih oleh kita, namun universitas dipilih oleh orang tua.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Selamat mencoba ya!</p><p>Jika kamu merasa perlu pihak ke-3 untuk menjadi penengah dan membantu proses diskusi ini, kamu bisa datang ke Personal Growth. Dengan senang hati kami akan membantumu!</p>

SHARE THIS ARTICLE