March 21, 2018

Job Offer: People And Organization Development Consulta

We’re looking for young, dynamic individu... read more

March 15, 2018

Job Offer: Marketing Officer!

We’re looking for young, dynamic individu... read more

April 3, 2018

Self-Injury Awareness Day: Ketahui dan Pahami Lebih Lan

Self-Injury Awareness Day : Ketahui dan Pahami Lebih Lanjut Yuk!

Oleh: Khariza Nararya

Development Intern

Personal Growth, Counseling and People Development

Biro Konseling Psikologi, Jakarta

 

Kamu tahu nggak sih kalau ada hari untuk meningkatkan kesadaran mengenai self-harm? Yap, tanggal 1 Maret setiap tahunnya adalah Self-Injury Awareness Day. Selama ini, jika kamu mendengar bahwa ada orang yang mencoba menyakiti dirinya sendiri, baik melalui cutting, atau cara-cara lainnya, apakah yang terlintas di benakmu? Mungkin kamu berpikir bahwa orang tersebut sedang berusaha mengakhiri hidupnya. Tapi kamu tahu nggak sih, kalau sebenarnya banyak orang yang menyakiti dirinya tanpa niatan tersebut? Hal tersebut dikenal sebagai Non-Suicidal Self-Injury (NSSI), atau perilaku menyakiti tubuh sendiri secara langsung tanpa adanya niatan untuk membunuh diri (Nock, 2009).

Ternyata, cukup banyak lho remaja yang melakukan self-harm! Menurut Jacobson & Gould (2007), 13-23% dari remaja pernah melakukan Non-Suicidal Self-Injury, dan bentuk Non-Suicidal Self-Injury yang paling umum dilakukan adalah memotong kulit sendiri dengan pisau atau silet. Umumnya, Non-Suicidal Self Injury mulai dilakukan pada masa awal remaja, namun ada pula yang memulai menyakiti dirinya sendiri sejak masa kanak-kanak lho!

Kenapa sih orang melakukan Non-Suicidal Self Injury? Menurut Nock (2009), Non-Suicidal Self Injury dilakukan untuk mengatur perasaan yang dirasakan seseorang, dimana self-injury membantu mendistraksi seseorang dari pikiran atau perasaan yang sangat mengganggu, memunculkan perasaan yang diinginkan atau dicari, dan membantu seseorang keluar dari situasi sosial yang tidak diinginkan. Selain itu, self-injury juga ditemukan membuat seseorang yang frustasi dan sedih menjadi lebih tenang dan lega, mengurangi depresi, kecemasan, dan kebingungan, dan ada pula orang yang melakukan self-injury untuk mengekspresikan kemarahan pada diri sendiri (Klonsky, 2009; Warm, Murray, & Fox, 2002)

Nah, bisa kita lihat kan ternyata bahwa Non-Suicidal Self Injury merupakan manifestasi dari perasaan, pikiran, dan situasi tidak menyenangkan yang dirasakan oleh seseorang. Kalau begitu, apa ya yang bisa kita lakukan untuk mencegah orang-orang di sekitar kita supaya tidak melakukan self-injury? Menurut Kantiana Taslim, M.Psi, Psikolog Personal Growth, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan, yaitu:

· Cobalah lebih peka dan peduli pada orang-orang di sekitarmu. Apakah teman-temanmu ada yang menunjukkan kesedihan, mood negatif, dan terlihat murung? Jika ada, cobalah untuk mendengar cerita teman-temanmu, pahami perasaannya, dan be there for them.

· Tawarkanlah bantuan kepada mereka, mungkin ada yang bisa kamu lakukan untuk membantu menyelesaikan masalah mereka.

· Sadari pula jika keadaan orang di sekitarmu sudah mulai membahayakan dirinya sendiri atau orang lain, atau sudah menunjukkan indikasi self-injury, maka kamu bisa melaporkan keadaannya atau membawa temanmu ke orang tuanya, dokter, ataupun psikolog.

Oleh karena itu, sesuai dengan tujuan dari diadakannya Self-Injury Awareness Day, yaitu meningkatkan empati, pemahaman, dan mengurangi stigma dan persepsi negatif terhadap orang-orang yang melakukan self-injury (LifeSIGNS, n.d.), yuk kita lebih peduli dan coba pahami alasan-alasan dibalik perilaku self-injury. Don’t judge, don’t condemn, but to accept and give out a helping hand. Dengan begitu, orang-orang dapat merasa lebih nyaman untuk menyuarakan apa yang mereka rasakan dan tidak menderita sendirian. Let’s be more supportive and empathic!

 

Referensi :

Jacobson, C. M., & Gould, M. (2007). The epidemiology and phenomenology of non-suicidal self-injurious behavior among adolescents: A critical review of the literature. Archives of Suicide Research11(2), 129-147.

Klonsky, E. D. (2009). The functions of self-injury in young adults who cut themselves: Clarifying the evidence for affect-regulation. Psychiatry research166(2), 260-268.

LifeSIGNS. SIAD: Self-Injury Awareness DayLifeSIGNS Self-Injury Guidance & Network Support. Retrieved 17 January 2018, from http://www.lifesigns.org.uk/siad/

Nock, M. K. (2009). Why do people hurt themselves? New insights into the nature and functions of self-injury. Current directions in psychological science18(2), 78-83.

Storey, P., Hurry, J., Jowitt, S., Owens, D., & House, A. (2005). Supporting young people who repeatedly self-harm. The journal of the Royal Society for the Promotion of Health125(2), 71-75.

Warm, A., Murray, C., & Fox, J. (2002). Who helps? Supporting people who self-harm. Journal of Mental Health11(2), 121-130.

SHARE THIS ARTICLE