February 15, 2018

Melindungi Atau Menyakiti?

Melindungi atau Menyakiti?

... read more

February 9, 2018

Yuk, Nikah!

Oleh: Monica Sulistiawati, M.Psi., Psikolog.... read more

March 13, 2018

Child Abuse itu berbahaya!

Oleh: Dhea Rizka Priyanka

Development Intern

Personal Growth, Counseling and People Development

Biro Konseling Psikologi, Jakarta

 

Kasus bullying pada anak sekolah bukanlah hal asing yang terjadi di zaman ini. Taukah kalian bahwa kasus bullying ini merupakan salah satu bentuk dari child abuse?  Kasus-kasus kekerasan pada anak ini dapat berdampak buruk bagi anak tersebut. Dalam sebuah penelitian di United States, sebesar 74% anak yang melakukan bullying, sebelumnya juga merupakan korban dari bullying (Schwarz, 2006). Tidak sampai situ, kekerasan yang diterima oleh anak-anak dapat menimbulkan perlakuan agresi saat anak itu dewasa.  Vokalis terkenal dari band The Beatles, John Lennon, ditembak mati oleh salah satu penggemarnya yaitu Mark Champman. Setelah dilakukan investigasi, Mark Champman mengaku bahwa semasa kecilnya ia merupakan korban bullying dari teman-temannya dan tidak memiliki ikatan secara emosional dengan ayahnya. Ia juga menceritakan bahwa ayahnya tidak pernah mengatakan cinta padanya dan tidak pernah mengatakan maaf padanya.

Kekerasan pada anak dapat terjadi dimana saja, pada berbagai kebudayaan, dan etnis. Kekerasan tersebut dapat berupa kekerasan secara fisik, emosi, seksual dan pengabaian pada anak oleh orang dewasa (Psychology Today, 2018). Hal ini dapat menimbulkan trauma yang mendalam pada anak. Perilaku agresi muncul setelah anak yang mendapat perlakuan kekerasan tumbuh dewasa (Harisson, 2013). Kekerasan pada anak saat di umur yang belum matang akan meninggalkan bekas luka yang mendalam, anak yang pada masa itu masih belum siap akan memilih untuk diam dan mencoba menerima perilaku kekerasan yang ditujukan kepadanya. Jika anak tersebut tidak tahan dengan perlakuan yang ia dapatkan, maka akan ada kemungkinan anak tersebut melakukan agresi atau melakukan kegiatan yang destruktif. Dalam sebuah penelitian di United States, sebesar 74% dari 34% anak yang melakukan bullying, sebelumnya juga merupakan korban dari bullying (Schwarz, 2006).

Terdapat laporan mengenai kekerasan seksual pada anak-anak  yang dimana memori akan kejadian tersebut telah di repressed selama bertahun-tahun. Orang yang mengingat kembali mengenai memori tersebut menggugat pelaku kekerasan yang terjadi pada  20, 30, bahkan 40 tahun sebelumnya (Loftus, 1993) dan pada saat dewasa bisa saja memori itu muncul sehingga menimbulkan agresi. Hal ini merupakan hal yang dapat berdampak buruk bagi orang tersebut dan sekitarnya. Terdapat beberapa kasus kejahatan yang setelah ditelusuri penyebabnya adalah trauma akan kejadian buruk di masa kecil.

Jika kamu mengetahui bahwa ada temanmu yang mendapatkan perilaku abusive, atau justru kamu merasa bahwa kamu memperoleh perilaku abusive, beri tahu orang-orang dewasa yang kamu percaya. Bisa seperti orangtua, guru, saudara, teman, atau helpline yang tersedia di daerah tempat tinggalmu, Seperti Personal Growth yang bisa diakses dengan cara menghubungi (021)58906870. Kamu mungkin akan merasa kotor, takut, marah dan merasa bahwa perilaku yang kamu dapatkan adalah salahmu, namun ingatlah bahwa perlakuan abusive tersebut bukan salahmu. Carilah orang yang mau mendengarkanmu, memberikan kamu support, bantuan, dan yang percaya terhadap kamu.

Jika orang tua kamu adalah orang yang memperlakukan kamu dengan tindakan abusive, mungkin akan sangat sulit untuk angkat bicara karena sebagian dari diri kamu bisa saja membenci orangtuamu namun sebagiannya lagi masih mencintai mereka. Pada kasus seperti ini, kamu harus tetap melaporkan kejadian tersebut. Karena jika tidak dilaporkan maka tindakan abusive seperti itu akan terus terjadi bahkan sampai bertahun-tahun.

Tindakan kekerasan pada anak harus dihentikan dan segera ditangani. Kita sebagai manusia, mengenal atau tidak mengenal korban, kita tetap harus berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Jika kamu merupakan korban dari kekerasan jangan takut untuk speak up karena kekerasan merupakan hal yang salah dan harus dihentikan.

 

Sumber:

Crime + Investigation. (2018). Mark Chapman: The Assassination of John. [online] Available at: http://www.crimeandinvestigation.co.uk/crime-files/mark-chapman-the-assassination-of-john-lennon [Accessed 23 Jan. 2018].

Harrison, P. (2013). Childhood Trauma Directly Linked to Adult Aggression. [online] Medscape. Available at: https://www.medscape.com/viewarticle/777796 [Accessed 23 Jan. 2018].

Loftus, E. F. (1993). The reality of repressed memories. American Psychologist, 48(5), 518-537.
http://dx.doi.org/10.1037/0003-066X.48.5.518 [Accessed 28 Jan. 2018].

Prevent Child Abuse Hawaii. (2018). 10 Ways to Prevent Child Abuse. [online] Available at: https://www.preventchildabusehawaii.org/10-ways-to-prevent-child-abuse.html [Accessed 23 Jan. 2018].

Psychology Today. (2018). Child Abuse | Psychology Today. [online] Available at: https://www.psychologytoday.com/conditions/child-abuse [Accessed 23 Jan. 2018].

Schwarz, J. (2006). Violence in the home leads to higher rates of childhood/bullying. [online] UW News. Available at: https://www.washington.edu/news/2006/09/12/violence-in-the-home-leads- to-higher-rates-of-childhood-bullying/ [Accessed 23 Jan. 2018].

Supportline.org.uk. (2018). SupportLine - Problems: Child abuse: Advice, support and information. [online] Available at: http://www.supportline.org.uk/problems/child_abuse.php [Accessed 23 Jan. 2018].

WebMD. (2018). Early Abuse Leads to Later Aggression. [online] Available at: https://www.webmd.com/parenting/news/20010212/early-abuse-leads-to-later-aggression#2 [Accessed 23 Jan. 2018].

SHARE THIS ARTICLE