October 6, 2017

Teknologi Berbasis Visual: Anak Muda Bisa!

Oleh: Ninette Putri Mustika

Development O... read more

September 18, 2017

Peer Pressure: A Hallmark Of Adolescent Experience

Guiding oneself through Adolescence is challeng... read more

October 30, 2017

#Foodporn: Di Balik Tren Unggah Foto Makanan

Oleh: Stephanie Anggun Mering

Development Intern

 

“Eits, jangan ada yang gerak ya makanannya mau difoto dulu!”

“Cari spot meja yang terang buat foto makanan dongg..”

Pernahkah kamu melihat seseorang di sebuah tempat makan yang sibuk menata dan memotret makanannya? Atau, pernahkah kamu mencoba untuk browsing foto makanan melalui gadgetmu dengan menggunakan hashtag #foodporn? Baik sadar maupun tidak, perkembangan teknologi ternyata membawa perubahan di mana kegiatan makan bukan untuk sekedar memenuhi kebutuhan jasmani saja, namun juga sebagai gaya hidup baru bagi masyarakat.

Penyebaran gambar makanan yang menggugah selera ini dinamakan food porn. Apabila dilihat dari segi tekstur, pencahayaan, atau pun warna yang ditampilkan secara digital makanan-makanan tersebut dapat saja menggugah selera orang yang melihatnya, kondisi ini lah yang memperjelas kata “porn” di dalam istilah tersebut—yang juga dapat diartikan sebagai “guilty pleasure” atau “just fantasizing about food” (Rousseau, 2014).

Fenomena food porn ini juga terjadi di Indonesia. Survei yang dilakukan Litbang Kompas pada tahun 2015 dengan melibatkan 593 responden yang dipilih secara acak mengatakan bahwa, setidaknya hampir seluruh responden mengaku pernah mengunggah foto makanan ke dalam media sosial. Lalu, bagaimana kah pengaruh maraknya paparan gambar makanan tersebut terhadap perilaku makan orang-orang yang melihatnya?

Berdasarkan Rousseau (2014), pengaruh paparan food porn yang berlebihan dapat mempengaruhi berat atau massa seseorang baik itu bertambah maupun berkurang. Pada kasus ekstrimnya, food porn bahkan dapat membuat seseorang menjadi obesitas ataupun berkaitan erat dengan kelainan dalam perilaku makan (eating disorder) seperti anorexia, bulimia,    binge-eating disorder, dan EDNOS (Eating Disorder Not Otherwise Specified). 

Gambar makanan yang menarik dapat mempengaruhi hasrat makan seseorang menjadi lebih tinggi. Padahal, gambar makanan yang terlihat menarik bisa saja menipu rasa makanan yang sesungguhnya. Hal ini tidak menutup kemungkinan kamu juga dapat tertipu, lho. Kamu bisa saja tiba-tiba sangat mengingini makanan yang baru di post oleh temanmu, padahal kamu sendiripun sudah pernah merasakan makanan tersebut dan merasa tidak terlalu menyukainya. Hal seperti ini lah  yang dinamakan “visual hunger”, yang mana merupakan efek dari paparan gambar food porn (Spence, Okajima, Cheok, Petit, dan Michel, 2016). Pada sisi lain, tampilan makanan dalam rupa gambar juga dapat dilihat sebagai “pengganti” makanan yang sesungguhnya, sehingga dengan melihat hasil gambarnya saja sudah membuat orang yang melihatnya merasa kenyang. Kondisi ini sering kali disalah gunakan oleh orang-orang yang terhubung dengan eating disorder. Tidak sedikit dari mereka yang menyalurkan hasrat makannya dengan hanya melihat gambar makanan daripada melakukan kegiatan makan yang sesungguhnya (Piech, Pastorino & Zald, 2010).

Nah, sekarang sudah tahu kan apa itu food porn dan apa saja pengaruhnya terhadap perilaku makan kita? Jadi, bagaimana denganmu? Seberapa seringkah kamu terpapar dengan gambar makanan di internet atau media sosial? Rousseau juga berpendapat bahwa food porn ini dapat berdampak positif seperti, membuat rasa makanannya terasa lebih nikmat. Namun tentu saja, segala sesuatu yang berlebihan akan berdampak buruk pada pelakunya. Jadi, jangan sampai kamu cepat tertipu oleh “lapar mata” belaka yaa!

 

 

 

 

 

 

Sumber

Piech, R. M., Pastorino, M. T., & Zald, D. H. (2010). All I saw was the cake. Hunger effects on attentional capture by visual food cues. Appetite, 54(3), 579-582. doi:10.1016/j.appet.2009.11.003

Rousseau, S. (2014). Food “Porn” in Media. Encyclopedia of Food and Agricultural Ethics, 748-754. doi:10.1007/978-94-007-0929-4_395

Spence, C., Okajima, K., Cheok, A. D., Petit, O., & Michel, C. (2016). Eating with our eyes: From visual hunger to digital satiation. Brain and Cognition, 110, 53-63. doi:10.1016/j.bandc.2015.08.006

Widodo, Dwi Rustiono. (2015, November 10). Budaya Unggah Foto Makanan. Kompas. Diakses melalui http://print.kompas.com/baca/2015/11/10/Budaya-Unggah-Foto-Makana

SHARE THIS ARTICLE