May 4, 2017

Work Hard, Play Hard

Bekerja merupakan bentuk usaha seseorang untuk ... read more

May 4, 2017

Apakah Anda Mengalami Burnout?

Bangun tidur, mengarungi macetnya Jakarta untuk... read more

May 4, 2017

Work Life Balance Butuh Usaha Besar, Benarkah?

Work-life balance, yaitu keseimbangan antara memenuhi tanggung jawab di tempat kerja dan memenuhi tanggung jawab personal, seringkali dianggap mitos karena sekali pun ketika seseorang membuat pilihan secara sadar untuk mengerjakan life, kebijakan kantor tidak memperbolehkan. Kecanggihan teknologi yang alih-alih membantu orang mencapai work-life balance juga seringkali malah membuat orang semakin stres, salah satu contohnya adalah ketika seseorang menjadi merasa memiliki kewajiban membalas email pekerjaan di luar jam kantor. Padahal, balance antara work dan life perlu diusahakan demi kebaikan karyawan dan perusahaan (Lockett, 2008). Dampak negatif dari tidak dirasakannya keseimbangan antara work dan life antara lain adalah kurang berkembangnya potensi karyawan, meningkatnya frekuensi absen, serta kurang inisiatif, kreativitas, dan motivasi dalam bekerja. Daripada menunggu perusahaan membuat kebijakan yang melindungi hak karyawan untuk mengerjakan life, work-life balance bisa diusahakan sendiri dengan dua cara yaitu time management dan leisure management.

Pada kenyataannya terkadang seseorang merasa tidak memiliki work-life balance bukan karena kebijakan perusahaan yang menyulitkan, namun karena waktu kosong orang tersebut tidak dipergunakan dengan baik. Menghabiskan waktu di rumah untuk mengakses media sosial melalui gadget dan kurang melakukan aktivitas fisik dapat membuat seseorang selalu merasa letih sehingga cenderung menilai dirinya tidak punya waktu dan terlalu letih karena pekerjaan. Untuk mengatasinya, biasakan membuat to-do list agar waktu Anda dapat terorganisir lebih baik dan mulai jadwalkan olahraga secara rutin di akhir minggu apabila tidak memungkinkan dilakukan di hari kerja, karena dengan tubuh yang bugar, aliran darah dan oksigen ke otak lebih lancar, kepenatan pikiran pun dapat teratasi.

 

(Artikel Selengkapnya)

SHARE THIS ARTICLE