January 30, 2020

Good Food Good Mood

Oleh: Cindy Natalia Wijaya 

(Content... read more

January 29, 2020

Live IG: Yuk Atasi Traumamu! Overcoming The Post-Flood

Pada hari Rabu, 22 Januari 2020 lalu, Personal ... read more

February 13, 2020

First Love Lasts Forever

Oleh: Linda Setiawati, M.Psi., Psikolog

Psikolog Klinis Personal Growth

 

Ada berbagai alasan mengapa cinta pertama sulit dilupakan, namun yang penting adalah kita tetap melakukan refleksi diri dan mencari pembelajaran yang bisa didapatkan dari hubungan tersebut. 

 

Kata orang, cinta pertama itu sulit dilupakan. Orang yang lain bahkan mengatakan cinta pertama itu tak pernah mati! Apakah kamu merasakannya juga? Sudah lama waktu berlalu sejak putus dengan sang cinta pertama namun rasa-rasa bersama dia masih teringat jelas sampai sekarang atau kamu yang sekarang masih bersama dengan cinta pertamamu dan rasanya akan terus bersama dia. Mengapa cinta pertama begitu berkesan? 

 

Hal apapun itu, ketika dilakukan atau dialami pertama kali, akan memberikan kesan yang diingat. Bayangkan ketika kamu pertama kali masuk kuliah, pertama kali melamar pekerjaan, pertama kali melakukan solo traveling, ataupun pertama kali memiliki anak misalnya. Mungkin pengalaman pertama itu belum tentu menjadi pengalaman yang paling seru atau menyenangkan (dibandingkan pengalaman kedua, ketiga, atau seterusnya), tapi ada kesan yang kamu ingat dari setiap pengalaman pertama yang kamu miliki. Hal ini berlaku pula dengan cinta pertama atau our first love.

 

Faktor penyebab utama adalah emosi yang dirasakan. David Bennett (dalam Fellizar, 2019) menjelaskan bahwa cinta pertama seringkali menyebabkan hubungan emosional yang sangat kuat, membuat orang yang mengalaminya merasakan emosi yang positif, menyenangkan, dan intens. Emosi ini muncul akibat kerja zat kimia dalam otak, yaitu hormon oksitosin--yang juga muncul ketika membangun hubungan ibu dan anak. Selain oksitosin, hormon dopamin dan serotonin juga dihasilkan lebih banyak ketika kita jatuh cinta. Hormon tersebut membuat kita merasa bahagia. Oleh karena itu tidak heran jika cinta pertama begitu berkesan. 

 

Mengikuti prinsip behavioral psychology, dimana manusia akan memunculkan kembali perilaku yang memberikan hal positif di masa yang akan datang (Charles, 2014), maka perasaan-perasaan menyenangkan yang dirasakan saat cinta pertama dapat mendorong kita untuk mencari hal-hal atau secara khusus orang-orang yang bisa membuat kita kembali merasakan emosi-emosi tersebut. Tanpa kita sadari, kita tertarik dan lebih mudah merasa nyaman dengan orang-orang yang memiliki karakteristik serupa dengan cinta pertama kita. Hal ini yang dijelaskan Dr Karantzas (dalam Brown, 2017) bahwa familiarity dapat memunculkan ketertarikan. Hasil penelitian yang dilakukan Brumbaugh dan Fraley (2006) juga menunjukkan bahwa kenyamanan dengan orang yang memiliki karakteristik serupa dengan mantan pasangan kita membuat seseorang merasa lebih nyaman untuk terbuka dengan orang tersebut meski belum mengenal orang tersebut sebelumnya. 

 

April Davis (dalam Fellizar, 2019) juga menjelaskan bahwa cinta pertama dapat memengaruhi preferensi hubungan kita di masa depan. Kita belajar banyak hal dari cinta pertama, seperti hal-hal apa saja yang membuat kita merasa nyaman dalam sebuah hubungan atau bagaimana kita ingin diperlakukan oleh pasangan kita. Namun, kita juga perlu menyadari apabila hubungan romantis pertama memberikan pengalaman dan perasaan tidak menyenangkan. Jangan sampai kita terjebak dengan ‘kenyamanan’ akan kondisi yang familiar tersebut. 

 

Cinta pertama memang bisa jadi sangat signifikan dan berkesan di dalam hidup kita. Ada berbagai alasan mengapa cinta pertama sulit dilupakan, namun yang penting adalah kita tetap melakukan refleksi diri dan mencari pembelajaran yang bisa didapatkan dari hubungan tersebut. Ingatlah, di luar sana akan ada banyak pelajaran tentang cinta yang tidak akan kita temui hanya dari cinta pertama saja. Selamat menjalani dan menikmati proses perjalanan cinta!

 

  

Referensi:

Brown, S. L. (2017, August 12). First loves leave vivid memories because of intense emotions, psychologist says. Retrieved grom https://www.abc.net.au/news/2017-08-12/first-love-remains-embedded-in-our-memories-psychologist-says/8793486

Brumbaugh, C. C., & Fraley, R. C. (2006). Transference and attachment: How do attachment patterns get carried forward from one relationship to the next?. Personality and Social Psychology Bulletin, 32 (4), 552-560. DOI: 10.1177/0146167205282740

Charles, E. (2014, February 28). Explaining behaviorism: Operant & classical conditioning. Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/blog/fixing-psychology/201402/explaining-behaviorism-operant-classical-conditioning

Fellizar, K. (2019, November 2). Why you can’t forget your first love, according to psychology. Retrieved from https://www.bustle.com/p/why-you-cant-forget-your-first-love-according-to-psychology-19283345

SHARE THIS ARTICLE