January 27, 2020

Healthy Diet For Healthy Mind

Oleh: Ni Made Diah Ayu Anggreni, M.Psi., Psikol... read more

January 14, 2020

Getting Grittier By Stay Connected

Oleh: Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog

Ps... read more

January 29, 2020

Live IG: Yuk Atasi Traumamu! Overcoming The Post-Flood

Pada hari Rabu, 22 Januari 2020 lalu, Personal Growth mengadakan Live Instagram dengan topik “Yuk atasi traumamu! Overcome Post-Flood Trauma”. Menurut data BNPB, banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada Bulan Desember dan Januari lalu, merupakan banjir terparah dari banjir sebelumnya yang pernah melanda Jakarta. Banjir ini menyebabkan 173.064 warga harus mengungsi dan sebanyak 47 warga menghilang dan meninggal. Selain menyebabkan korban jiwa, banjir tahun ini juga membawa beberapa dampak yang cukup serius, seperti terendam dan rusaknya rumah-rumah warga, kendaraan yang tersapu genangan air, terhambatnya mobilitas karena akses jalan yang tergenang banjir dan terputusnya arus transportasi umum. Hal ini sangat mengganggu aktivitas warga Jakarta, terlebih juga karena tutupnya kantor dan pusat perekonomian lainnya. Selain berdampak secara materil, banjir kali ini juga berdampak secara psikis bagi para korban. Kira-kira apa saja ya dampak psikis bagi korban?

 

1. Apa saja dampak psikologis pasca bencana banjir terhadap korban? 

Banjir merupakan bencana alam yang dapat menimbulkan efek trauma bagi korbannya. Trauma merupakan salah satu respon emosional seseorang terhadap suatu kejadian buruk yang menimpa dirinya. Hampir sama dengan trauma pada umumnya, trauma yang disebabkan oleh banjir dapat terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan. Ketika berhadapan dengan banjir, respon pertama yang sering kali terjadi adalah perasaan shock yang merupakan bagian dari bentuk penolakan terhadap apa yang sebenarnya terjadi. Cepat atau lambat shock dapat mengalami peningkatan emosi yang berkelanjutan seperti muncul nya kecemasan, perasaan bersalah, serta depresi yang tinggi.

 

2. Apa saja yang dapat terjadi ketika seseorang mengalami trauma?

Hal-hal yang mungkin terjadi ketika kamu mengalami trauma:

Terhadap kondisi fisik:

  • Meningkatnya gula darah karena trauma dapat mempertegang otot 

  • Tekanan darah meningkat

  • Meningkatnya endorfin yang dapat membuat kamu melalaikan sakit fisik yang dirasa

  • Detak jantung menjadi lebih cepat

  • Pusing, mual, napas terengah / pendek, badan gemetar 

  • Merasa panas dan produksi keringat meningkat

  • Stress yang terjadi dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi.

Terhadap pikiran mu:

  • Merasa tidak aman

  • Perasaan khawatir berlebihan

  • Sulit tidur

  • Sulit fokus 

  • Serangan menangis

  • Perasaan ingin marah dan menyalahkan diri sendiri

  • Merasa putus asa

  • Trauma yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan perubahan emosi yang ekstrim, ketidakbahagiaan, kecemasan, kesepian, dan kemarahan yang mudah meluap-luap

 

3. Kenapa sih seseorang bisa mengalami trauma pasca banjir?

Dalam keadaan bahaya, seseorang bisa seseorang merasa takut dan membuat mereka menghindari keadaan tersebut. Tapi ketika rasa takut tersebut berlangsung secara lama dan membuat seseorang mengalami stress, bisa saja ia mengalami trauma loh! Nah, dalam kondisi banjir, seseorang bisa mengalami trauma karena mereka mengalami masa-masa yang sulit saat banjir berlangsung. Aktivitas mereka terhambat, barang-barang mereka rusak, bahkan mengalami kehilangan. Hal ini lah yang membuat mereka jadi merasa takut dan tidak ingin mengalami kondisi tersebut di kemudian hari.

 

4. Seberapa bahaya dampak tersebut bagi kehidupan jangka panjang korban?

Memang dampak jangka panjang dari sebuah trauma masih terlihat jauh dari waktu trauma itu terjadi. Namun jika hal itu tidak mendapat penanganan yang serius maka trauma tadi dapat mengalami perkembangan terus dan mempengaruhi beberapa faktor loh seperti hubunganmu dengan orang lain, kesehatan fisikmu, caramu merespon masalah emosional, caramu melihat dirimu dan masa depanmu, bahkan bagaimana cara kamu menerima informasi dan pengalaman baru. Bahkan, trauma ini beresiko untuk berkembang menjadi Post Traumatic Stress Disorder. Atau trauma yang disebabkan karena kejadian / peristiwa tertentu. Selain mempunyai dampak pada dirimu sendiri, trauma yang terjadi pada dirimu pun dapat memberi dampak terhadap orang-orang yang hidup di sekitarmu. 

 

5. Kira-kira apa saja ya faktor risiko dan faktor protektif terhadap trauma pasca banjir?

Faktor risiko:

Faktor risiko adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan tingkat trauma yang kamu alami, berikut ini contoh dari risk factors:

  • Lingkungan keluarga yang memiliki sedikit pengertian mengenai apa itu trauma

  • Adanya riwayat kekerasan dalam keluarga

  • Terdapat hubungan yang kurang baik antar sesama anggota keluarga

  • Orang yang memiliki gangguan kesehatan mental cenderung lebih mudah terkena trauma pasca bencana 

Faktor protektif:

  • Lingkungan keluarga yang suportif

  • Hubungan keluarga yang stabil

  • Lingkungan sosial yang baik

  • Memiliki kesadaran tentang pentingnya menjaga  kesehatan mental 

  • Memiliki tutor maupun mentor yang berasal dari luar lingkup keluarga, fungsinya agar kamu juga memiliki suasana dan tokoh lain di luar lingkungan intimu

 

6. Bagaimana cara kita sebagai korban untuk mengatasi trauma pasca banjir?

Nah, kalau ternyata kamu mengalami trauma, ada beberapa hal nih yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi hal tersebut! Keberhasilan dan seberapa cepat seseorang daat bangkit dari pengalaman buruk, tergantung dari daya resiliensi yang dimiliki seseorang. Resiliensi merupakan kemampuan seseorang untuk bangkit kembali (bounce back) dan beradaptasi dengan peristiwa yang terjadi di hidup mereka. Berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan:

  • Pertama, kamu harus tetap menjaga kesehatan tubuhmu, dengan makan teratur, berolahraga, tidur yang cukup, dsb.

  • Kedua, kamu dapat mencari kegiatan-kegiatan yang membantumu merasa tenang seperti bermeditasi, mendengarkan musik tenang, dll.

  • Selain kegiatan yang menenangkan, untuk meningkatkan moodmu, kamu dapat mencoba kegiatan2 yang menjadi hobimu loh!

  • Usahakan untuk tetap mendapat informasi mengenai perkembangan yang terjadi. Namun hindari paparan sosial media terus menerus yang dapat meningkatkan stresmu.

  • Tetap berhubungan dengan anggota keluargamu! 

  • Terakhir, ingatkan dirimu sendiri bahwa tidak apa-apa untuk mengalami perasaan yang buruk selama masa penyembuhan. Namun apabila kamu merasa semakin parah, jangan ragu untuk mencari pertolongan profesional untuk membantumu!

 

7. Gimana sih caranya untuk meyakinkan diri sendiri dalam meminta pertolongan ke profesional?

Kalau kamu ragu untuk mencari bantuan, yakinkan dirimu bahwa bantuan dari profesional akan membuatmu merasa lebih baik dan membantu perubahanmu. Mungkin prosesnya tidak mudah, namun percayalah bahwa kamu akan diperlakukan dengan baik oleh mereka. Kamu akan dihormati dan tetap merasa aman.

 

8. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk mencari bantuan?

Kamu dapat memutuskan untuk mencari bantuan profesional, ketika gejala yang muncul tidak kunjung berhenti selama lebih dari 1 bulan. Kamu juga mengalami kendala dalam beraktivitas di rumah / di kampus / di tempat kerjamu. Selain 2 hal tersebut, jika kamu sampai mengalami kecemasan dan depresi yang parah, mengalami mimpi buruk terus menerus, serta mengganggu hubungan sosialmu, kamu juga sebaiknya segera mencari pertolongan profesional.

 

9. Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu teman kita yang mengalami trauma pasca banjir?

Jika salah satu kenalanmu yang mengalami trauma, penting bagimu untuk tahu lebih dalam terlebih dahulu mengenai trauma, bagaimana cara menghadapinya dan menolongnya. Memiliki anggota keluarga atau rekan terdekat yang sedang mengalami trauma memang sudah menjadi tugas kita untuk membantunya melupakan trauma itu. Berikut ini cara yang dapat kita lakukan untuk membantu mereka:

  • Hal yang pertama yang harus kamu lakukan adalah mempelajari hal mengenai trauma, mengetahui alasan mengapa trauma dapat terjadi dan bagaimana trauma dapat mempengaruhi orang di lingkungan sekitar. 

  • Kedua, berusaha untuk mendengarkan cerita mereka dan berusaha berempati terhadap apa yang mereka alami.

  • Setelah itu, kamu dapat menawarkannya untuk pergi ke psikolog  jika memang kamu merasa kondisi dari orang terdekatmu sudah perlu dibawa ke ahlinya. Selain itu juga kamu menjadi lebih mengerti kondisi yang sedang dialami orang terdekatmu.

  • Yakinkan mereka bahwa kamu mencoba untuk mengerti dan menerima keadaannya.

  • Mengetahui hal yang dapat memicu dan mulai mengganti aktivitas yang dapat memicu trauma kembali keluar.

 

Gejala traumatis ini, bisa disembuhkan dengan durasi waktu yang berbeda-beda setiap orangnya. Tergantung seberapa parah kejadian traumatisnya dan jumlah support system / bantuan yang dimiliki. Tidak apa-apa jika kamu membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali merasa baik. Serta jangan lupa untuk peduli dengan sekitarmu apabila mereka membutuhkan bantuan. Personal Growth juga siap untuk membantumu dan sekitarmu! Yuk cek website Personal Growth di www.personalgrowth.co.id.

SHARE THIS ARTICLE