January 2, 2020

Ketika Liburan Orang Lain Terlihat Lebih Menyenangkan

Makan siang di Italia, secangkir teh so... read more

December 27, 2019

Liburan Asyik Dengan Menjadi Relawan

Masa liburan yang kita tunggu-tunggu sepanjang ... read more

January 14, 2020

Getting Grittier by Stay Connected

Oleh: Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog

Psikolog Personal Growth

 

Pentingnya sense of relatedness dalam meningkatkan grit dalam pencapaian goal

 

Pernahkah kalian menyadari banyak orang di sekitar kita yang berhasil mencapai kesuksesan meskipun memiliki keterbatasan atau hambatan’? Tidak semua orang dapat melampaui keterbatasan dan hambatan untuk tetap gigih berusaha mencapai target yang sesuai dengan harapan mereka. Bukti nyata untuk menjawab pertanyaan di atas adalah atlet Asian Para Games yang pada beberapa waktu lalu berhasil mengharumkan nama Indonesia. Keterbatasan fisik yang dimiliki tidak menghalangi para atlet tersebut untuk menorehkan prestasi yang membanggakan.

 

Melihat pencapaian atlet Asian Para Games, bakat saja tidak cukup untuk mendorong seseorang meraih kesuksesan. Diperlukan dorongan dalam diri dan kerja keras untuk mencapainya. Angela Duckworth, seorang psikolog dari Amerika memperkenalkan istilah grit, di mana rahasia untuk pencapaian yang luar biasa adalah perpaduan antara hasrat (passion) dan kegigihan (perseverance). Kerasnya usaha para atlet untuk berlatih mengembangkan keterampilan serta mengatasi hambatan yang dimiliki, menunjukkan karakteristik grit dalam diri mereka.

 

Pertanyaan selanjutnya, apakah grit saja cukup untuk mewujudkan impian kita?

Menariknya, Duckworth menjelaskan bahwa grit bukanlah segalanya. Terdapat beberapa karakter lainnya yang diperlukan seseorang untuk benar-benar sukses dan berkembang dalam hidup, salah satunya adalah sense of relatedness.

 

Sense of relatedness didefinisikan sebagai perasaan bahwa diri berharga dan penting untuk orang lain di lingkungan sekitar (Furrer & Skinner, 2003).Tumbuh dalam budaya kolektivis, seseorang tidak terlepas dari keterikatannya terhadap lingkungan maupun komunitas. Faktor sosial dan kontekstual turut berperan pada motivasi individu untuk mencapai targetnya, di mana need of relatedness menjadi salah satu aspek kebutuhan yang mendorong motivasi seseorang. Ketika need of relatedness terpenuhi, maka akan meningkatkan kesejahteraan psikologis individu yang kemudian terwujud dalam performa dan usaha terbaik yang mereka. Sebagai anak bangsa, pencapaian atlet Asian Para Games tidak hanya didorong untuk memenuhi kepuasan diri sendiri, melainkan turut berkontribusi bagi kebanggaan bangsa. Dukungan dari keluarga, orang terdekat, dan masyarakat Indonesia berkontribusi terhadap berkembangnya rasa keterikatan mereka terhadap lingkungan, termasuk bangsa Indonesia.

 

Seseorang tidak bisa hanya mengandalkan grit untuk mencapai kesuksesan. Sebagai makhluk sosial, kita tetap membutuhkan lingkungan yang suportif sekaligus menjadi sumber pendukung bagi kita menjalani proses mencapai kesuksesan yang kerap kali dihadapkan pada tantangan. Oleh karena itu, penting untuk setiap orang menjaga keterikatannya dengan lingkungan. Selain mengarahkan kita mencapai tujuan yang lebih luas atau tidak hanya sekedar kepuasan pribadi, tujuan yang kita tetapkan pun menjadi lebih bermakna bagi diri sendiri dan lebih luas bagi orang-orang di sekitar kita. 

 

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menyeimbangkan grit dan sense of relatedness:

1. Sisihkan waktu untuk bersama orang terdekat

Atur jadwal yang seimbang antara usaha yang dilakukan dengan waktu senggang untuk tetap memelihara keterikatan dengan sekelilingmu, terutama orang yang merupakan support system bagimu seperti keluarga, pasangan, dan teman. 

2. Berdiskusi dengan orang terdekat

Bersikap terbuka dengan masukan dan umpan balik dari orang yang dipercaya dapat membantu kita untuk fokus pada tujuan namun tetap mampu mempertimbangkan perspektif yang lebih luas.

3. Pertimbangkan manfaat yang bisa kamu bagikan pada orang sekitarmu

Kembangkan tujuan dan usaha yang kamu lakukan agar dapat lebih bermakna luas bagi orang sekitarmu. Hal ini bisa kamu lakukan melalui medium apa saja. Entah melalui studi yang sedang kamu tempuh saat ini, pekerjaan, aktivitas kerelawanan, dan masih banyak aktivitas lainnya. 

 

Mewujudkan impian pribadi tidak sepenuhnya dilakukan sendirian. Orang-orang di sekitar ternyata memiliki peran untuk turut andil dalam perjalanan kamu. Oleh karena itu, jalinlah relasi positif dengan orang-orang disekitarmu agar kamu bisa mewujudkan impianmu. 

 

“Alone you may achieve something big, but way bigger when you’re connected. So, let’s build something bigger than ourselves.”

 

Referensi: 

Datu, J. A. D. (2017). Sense of relatedness is linked to higher grit in a collectivist setting. Personality and Individual Differences, 105, 135–138. 

Bonfligio, R. A. (2017). Grit is not enough. Diakses dari https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1002/abc.21304?journalCode=acaa

McQuaid, M. (2017). Why grit isn’t everything. Diakses dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/functioning-flourishing/201703/why-grit-isn-t-everything

SHARE THIS ARTICLE