December 26, 2019

The Easier Ways To Say ‘I Love You, Mom’

Seperti yang kamu tahu, bahkan sejak SD, Hari I... read more

December 24, 2019

How Tolerance Nourishes Romantic Relationship 

Di salah satu sesi konseling pra-pernikahan yan... read more

December 27, 2019

Liburan Asyik dengan Menjadi Relawan

Masa liburan yang kita tunggu-tunggu sepanjang tahun akhirnya tiba juga! Pada masa liburan inilah kita mendapatkan kesempatan untuk rehat sejenak dari kesibukan dan melakukan aktivitas yang melepas penat. Sebagian besar orang memanfaatkan waktu liburan untuk pergi melancong dengan keluarga atau teman, pergi mengunjungi sanak saudara yang tinggal jauh di luar kota, atau bahkan melakukan hobi-hobi yang sulit dilakukan di hari kerja. Namun, tahukah kalian bahwa berpartisipasi dalam kegiatan relawan juga dapat menjadi salah satu alternatif positif untuk mengisi waktu liburan kita?

 

Jika kamu belum memiliki rencana liburan, maka mengikuti kegiatan relawan dapat menjadi pilihan baik untukmu. Selain memberikan dampak positif pada orang yang menerima bantuan, kegiatan relawan juga memiliki banyak dampak positif untuk kita sebagai pemberi bantuan. Sebuah studi di Amerika Serikat membuktikan bahwa kegiatan relawan dapat mengurangi stres. Pengaruh itu dirasakan lebih besar pada individu yang memiliki pandangan positif dibanding individu yang sinis kepada orang lain (Poulin, 2014). Selain itu, Han, Kim, dan Burr (2018) menjelaskan bahwa melakukan kegiatan relawan dapat mengaktifkan hormon yang meningkatkan kesehatan dan memengaruhi kerja otak yang bereaksi terhadap stres. 

 

Dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan relawan, kita juga dapat lebih percaya diri (Han & Hong, 2013). Ketika seseorang menyumbangkan keterampilannya pada orang lain, secara tidak langsung ia akan merasa ‘berguna’ dan mampu memberikan dampak positif pada orang lain. Dengan begitu, evaluasi seseorang terhadap dirinya dapat menjadi lebih positif dan kepercayaan dirinya turut meningkat. Perlu diingat bahwa ‘keterampilan’ yang dimaksud di sini tidak harus keterampilan yang mewah. Kalian dapat menyumbangkan keterampilan apapun yang kalian miliki, asalkan diberikan pada target yang tepat. Contohnya, keterampilan mendengarkan orang lain. Keterampilan yang terlihat sederhana ini sebenarnya sangat bermanfaat bagi orang lain loh, misalnya bagi teman yang baru tertimpa musibah hingga para lansia yang butuh tempat berbagi cerita. Jadi, keterbatasan keterampilan bukanlah alasan untuk tidak berbagi kebaikan untuk orang lain.

 

Apakah kalian sudah tertarik untuk mulai ikut kegiatan relawan?

Berikut ini terdapat beberapa langkah yang dapat membantu kalian memulai kegiatan relawan (Thomson Reuters Foundation, 2018). 

  1. Pikirkan baik-baik kegiatan seperti apa yang kalian cari. Buatlah daftar poin dari spesifikasi kegiatan yang menarik bagi kalian. Terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan, antara lain:

    • Lokasi kegiatan. Pertimbangkan lokasi kegiatan dengan tempat tinggal kalian. Sesuaikan jarak tempuhnya dengan sumber daya yang kalian miliki.

    • Durasi kegiatan. Sesuaikan durasi kegiatan dengan waktu luang yang kalian miliki. Jangan sampai banyaknya kegiatan membuat kalian kewalahan untuk membagi waktu.

    • Bidang kerja kegiatan. Pertimbangkan bidang apa saja yang ingin kalian jelajahi lebih jauh dan memiliki beban kerja yang sesuai dengan kemampuan kalian. Menjadi relawan berarti melayani orang lain, jadi pastikan kalian benar-benar mau dan sanggup melakukannya.

  2. Apabila kalian sudah tahu kegiatan seperti apa yang kalian inginkan, mulailah cari pilihan kegiatan, komunitas, atau organisasi yang sesuai dengan preferensi kalian. Kalian juga dapat mencari informasi melalui teman yang aktif dalam kegiatan serupa atau melalui situs yang menyediakan informasi terkait kegiatan relawan, seperti indorelawan.org. 

  3. Siapkan diri untuk proses aplikasi dan seleksi. Beberapa organisasi atau komunitas melakukan proses seleksi terhadap calon relawannya. Pastikan kalian sudah memenuhi syarat kualifikasi yang ditentukan oleh penyelenggara kegiatan tersebut. Selain itu, penting pula untuk memperlakukan lamaran untuk kegiatan relawan sama seperti pekerjaan yang menggaji karyawannya. Hindari sikap “kalian yang butuh saya” terhadap organisasi atau komunitas tempat mereka mendaftar. Tunjukkan bahwa kalian sungguh-sungguh menghargai dan bersedia mendukung organisasi atau komunitas relawan tersebut.

 

Sudah lebih siap untuk berbagi kebaikan di liburanmu kali ini? 

Let’s start doing goods and radiate positivity on this holiday!


Tulisan Oleh: Amelia Citra Kirana, S. Psi

 

Referensi:

Han, C. K., & Hong, S. I. (2013). Trajectories of volunteering and self-esteem in later life: does wealth matter?. Research on Aging, 35(5), 571-590.

Han, S. H., Kim, K., & Burr, J. A. (2018). Stress-buffering effects of volunteering on salivary cortisol: Results from a daily diary study. Social Science & Medicine, 201, 120-126.

Poulin, M. J. (2014). Volunteering predicts health among those who value others: Two national studies. Health Psychology, 33(2), 120.

Thomson Reuters Foundation. (2018). How to start volunteering. Retrieved from https://www.charities.org/news/how-start-volunteering


 

SHARE THIS ARTICLE