Education: A Journey to Rewrite Myself

“Pendidikan adalah hak semua orang.” Sahut Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog dalam acara diskusi buku bertajuk Education: A Journey to Rewrite Myself di Kinokuniya, Plaza Senayan, pada 23 Maret 2019 lalu.

Bekerja sama dengan Kinokuniya, acara diskusi buku ke-6 yang diselenggarakan Personal Growth kali ini membedah buku berjudul “Educated: A Memoir” yang menceritakan tentang perjuangan Tara Westover untuk keluar dari kondisi yang mengekangnya dari dunia luar dan memperjuangkan haknya dalam mendapatkan pendidikan. Lahir dan tumbuh di keluarga yang menentang pendidikan, dokter, rumah sakit, dan pemerintahan, membuat Tara menghabiskan hari-harinya bekerja membantu orang tuanya. Hingga pada usia 17 tahun, ia memberanikan diri untuk keluar dari tempat tinggalnya untuk menggapai pendidikan hingga mendapatkan beasiswa serta melanjutkan studi dan  mencapai gelar PhD.

Tak hanya di Clifton, Idaho, kota kecil tempat tinggal Tara yang mengalami masalah dalam akses pendidikan. Yasser M. Syaiful, penggerak di bidang pendidikan dengan proyek Matahari Kecil –organisasi sosial dengan fokus memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi- menyaksikan sendiri bahwa masalah akses pendidikan sangat mudah ditemui di Indonesia, termasuk di kota-kota besar.

Masalah akses pendidikan ini sudah sepatutnya menjadi perhatian kita bersama. “Panggilan kita sebagai bagian dari bangsa adalah menciptakan kecerdasan bangsa.” Sahut Yosi Mokalu, seorang public figure yang memiliki kepedulian akan isu-isu sosial terutama nasionalisme.

Dalam acara diskusi buku ini, kita juga dapat mempelajari banyak hal, yaitu:

1.       Education is an important thing to survive in life

Dengan menerima pendidikan, kita dapat mengembangkan potensi diri yang nantinya dapt memberikan manfaat, serta kontribusi bagi diri sendiri dan masyarakat. Pendidikan juga merupakan kunci dalam meningkatkan kesejahteraan hidup individu dan orang-orang di sekitarnya.

2.       Self-discovery to become a new better self

Self-discovery merupakan proses seseorang untuk mengetahui apa potensi yang dimilikinya. Dengan mengetahui potensi yang dimiliki dan tujuan yang ingin dicapai, kita dapat mengupayakan diri untuk mencapai tujuan tersebut hingga menjadikan diri kita pribadi yang lebih baik.

3.       Keberanian untuk keluar dari rutinitas dan mencari jati diri yang sebenarnya.

Rutinitas kerap kali membuat kita terjebak dalam suatu situasi, untuk itu diperlukan adanya keberania untuk keluar dari rutinitas tersebut untuk mencari jati diri dan mencapai impian.

4.       Keingintahuan dan semangat belajar yang tinggi.

Belajar dari kisah Tara, meskipun ia baru menginjakkan kaki di dalam ruang kelas pada usia 17 tahun, ia giat membaca buku-buku di perpustakaan dan bertanya pada guru untuk mempelajari banyak hal.

5.       Kegigihan untuk mencapai apa yang diingikan

Untuk memperoleh pendidikan setinggi mungkin, Tara giat belajar agar bisa diterima di universitas.

6.       Resiliensi (bounce back)

Resiliensi adalah kemampuan untuk beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit. Meskipun kondisi di rumahnya menyulitkan dirinya untuk mendapatkan pendidikan, Tara tetap bersemangat untuk memperjuangkan apa yang ingin dicapainya.

  • WHEN

    23 March 2019


  • BUDGET

    Rp., - / package


  • WHERE

    Kinokuniya Plaza Senayan


  • RSVP


  • SHARE

OTHER EVENTS