Wonder: A Way to Teach Tolerance to Kids

“Courage. Kindness. Friendship. Character. These are the qualities that define us as human beings, and propel us, on occasion, to greatness” - Wonder

 

Indonesia adalah negara yang penuh dengan keberagaman. Semua suku, ras, agama, dan budaya bersatu dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Namun, keberagaman juga dapat memunculkan berbagai isu, salah satunya permasalahan mengenai toleransi. Pada tahun 2017, Indonesia berada pada posisi 117 dari 128 negara dengan tingkat toleransi paling rendah dengan skor 35,47 (dari 100) dengan angka terendah pada komponen toleransi beragama, yaitu 2.0 (Social Progress Index). Padahal, sebuah penelitian mengatakan jika seseorang sudah mengalami diskriminasi sejak dini, ia kerap mengalami berbagai tekanan psikologis hingga berpengaruh pada performa belajar buruk di sekolah. Lebih jauh juga berpengaruh pada self-esteem yang lebih rendah dan kecemasan lebih besar saat berada dalam lingkungan sosial.

 

Keberagaman bukan suatu hal yang dapat kita pungkiri. Setiap hari dalam hidup keseharian kita terpapar dengan berbagai keberagaman. Begitu pun dengan anak-anak, terlebih saat mereka memasuki lingkungan sosial baru, misalnya di sekolah. Tentu ada banyak paparan hal baru yang dialami, anak-anak akan bertemu teman yang berbeda asal daerahnya, berbeda agamanya, bertemu teman yang memiliki kebutuhan khusus (difabel), dsb. Namun kerap kali mereka belum paham dan mampu menyikapi keberagaman ini dengan bijak. Apabila tidak disikapi dengan toleransi, keberagaman berpotensi menimbulkan berbagai masalah, salah satunya peer pressure dan bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, dan belakangan marak di media sosial. Oleh karenanya, penting untuk mengajarkan dan menanamkan nilai toleransi ini pada anak sedini mungkin.

 

Melihat fenomena tersebut, Personal Growth dan Kinokuniya Books Indonesia akan menyelenggarakan acara diskusi buku dengan tema “WONDER: A Way To Teach Tolerance to Kids” pada Sabtu, 16 Februari 2019 pukul 14.00 WIB di Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta. Menghadirkan para narasumber inspiratif yang akan mengulas berbagai poin pembelajaran mengenai toleransi dari buku Wonder tersebut. Para narasumber tersebut adalah Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, dikenal sebagai seorang akademisi Muslim Indonesia, beliau pernah menjabat sebagai rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2006 - 2015, beliau juga aktif sebagai penulis di beberapa kolom media massa; Reynold Hamdani, Managing Director SabangMerauke, sebuah organisasi non-profit yang melakukan pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia untuk mempromosikan toleransi akan keberagaman; serta dimoderatori oleh Ratih Ibrahim, Psikolog, CEO, dan founder Personal Growth.


 

Wonder adalah buku karya R.J. Palacio yang mengisahkan tentang seorang anak berusia 10 tahun bernama Auggie Pullman, yang terlahir dengan kelainan fisik pada wajahnya. Pada suatu waktu Ibunya memutuskan bahwa sudah waktunya Auggie untuk keluar dari zona nyaman dan belajar di sekolah umum. Momen ini merupakan sebuah tantangan tersendiri dan membawa Auggie ke sebuah pengalaman baru dalam hidupnya. Buku Wonder ini dapat menjadi sebuah media pembelajaran yang menarik dan menyentuh hati bagi anak-anak dan kalangan usia berapapun, mengenai pentingnya toleransi.

 

Kegiatan diskusi buku ini menjadi sarana untuk bertukar pikiran, menambah wawasan, juga berbagi kepedulian. Kami bertujuan untuk terus mempromosikan budaya membaca buku bagi keluarga-keluarga di Indonesia, karena kami percaya membaca merupakan fondasi dasar pendidikan.

  • WHEN

    16 February 2019


  • BUDGET

    Rp., - / package


  • WHERE

    Kinokuniya Plaza Senayan


  • RSVP


  • SHARE

OTHER EVENTS